Langsung ke konten utama

Ide Permainan Balita Aktif #3: Bentuk dalam Dadu

Assalamualaikum..
Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini..


Mamah #dirumahaja bersama balita aktif? Mereka mulai sering tantrum karena tidak bisa keluar rumah? Sama, Mah. We're in this together.

Anak-anak punya energi yang besar dan Mamah perlu menyalurkannya dengan benar supaya tidak mereka gunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Buat balita menghabiskan energi mereka untuk bermain yang melibatkan kegiatan fisik seperti permainan ini.

BENTUK DALAM DADU

Cocok untuk balita mulai usia 2 tahun.
Manfaat:
Pengenalan berbagai bentuk.
Melatih keterampilan motorik kasar melompat dan meloncat.
Menyalurkan energi.

Kenapa Balita Perlu Diajari Mengenal Bentuk?

Karena bentuk adalah sesuatu yang nyata dan bisa terlihat di sekitar kita. Dengan mengenal bentuk, anak bisa mengamati dan mengelompokkan apa yang mereka lihat di sekitar[1]. Seperti contoh, telur ini oval; buku bentuknya kotak sama seperti handphone. Keterampilan mengelompokkan benda seperti ini termasuk kemampuan matematika dasar loh, Mah.

Mamah bisa mulai mengajarkan nama-nama bentuk sejak usia 2 tahun. Mulai dengan bentuk-bentuk dasar seperti persegi, lingkaran, segitiga; kemudian berlanjut ke bentuk-bentuk yang lebih rumit seperti trapesium, layang-layang, belah ketupat. Anak seharusnya sudah mempunyai pemahaman dasar tentang bentuk pada usia 2,5 tahun dan akan bisa mengenali banyak bentuk pada usia 3 tahun[2].

Alat dan Bahan untuk Bermain dengan Balita

Isolasi listrik atau lakban kabel. Kalau beli, harganya sekitar Rp4000.
Kertas tebal, seperti kertas HVS atau kertas buffalo. Kalau beli, harganya rata-rata Rp1000 per lembar.
Gunting
Spidol

Persiapan Bermain dengan Balita

Gambar jaring-jaring kubus pada kertas tebal. Hayo.. Masih pada ingat enggak nih pelajaran kelas 5?
Gambarkan satu bentuk bangun datar pada setiap sisi kubus. Untuk permulaan, gambarkan bentuk-bentuk dasar seperti persegi, segitiga, lingkaran.
Tips: Jika anak masih baru belajar mengenal bentuk, sebaiknya Mamah tidak menggambar dua bentuk yang terlihat hampir sama. Menurut pengalaman selama bermain, Sha (3 tahun) masih sering tidak bisa membedakan antara persegi dan persegi panjang.

Dadu bergambar bentuk

Gunakan isolasi listrik untuk membuat bentuk di lantai. Karena warnanya hitam, kontras dengan lantai rumahku, sehingga bentuknya terlihat jelas. Antara satu bentuk dengan lainnya, beri jarak sejauh jangkauan loncatan anak. Kalau di rumahku, aku selang seling satu ubin.
Tips: Selain menggunakan kabel listrik, Mamah juga bisa menempel kertas di lantai. Tapi kertas lebih rawan robek, apalagi nanti anak akan berloncatan di atasnya.

Cara Bermain dengan Balita

Minta anak mengamati bentuk di lantai. Minta anak menyebutkan bentuk apa saja itu.
Minta anak mengamati gambar di dadu. Tunjukkan bahwa gambar di dadu sama dengan gambar di lantai.
Tentukan garis "start".
Lemparkan dadu. Jika dadu menunjukkan gambar trapesium, misalnya, ajak anak meloncat dari garis START menuju gambar trapesium di lantai.
Lemparkan dadu lagi. Jika dadu menunjukkan gambar persegi, misalnya, ajak anak melompat dari trapesium, ke persegi panjang, lalu sampai di persegi.
Begitu seterusnya.

Tentu akan lebih mudah melakukan permainan ini dengan balita jika rumah Mamah menggunakan ubin kotak juga seperti rumahku.

Bentuk di lantai dengan isolasi listrik

Tidak bisa keluar rumah bukan berarti anak tidak bisa melakukan kegiatan fisik ya, Mah! Stay tuned di Main Apa Hari Ini untuk ide permainan untuk balita aktif lainnya.

Mamah juga bisa share ide bermain Mamah dengan balita aktif di rumah. Kalau diposting di Instagram, please tag me @mamahfaza supaya aku bisa lihat. Atau tuliskan ide bermain Mamah di kolom komentar di bawah. I do appreciate good suggestions.

Semangat bermain dengan anak, Mah!

Sumber:
[1] https://abcdeelearning.com/ways-to-teach-your-toddler-shapes/
[2] https://teachmytoddlers.com/when-to-teach-what-a-guide-for-teaching-your-toddler-colors-shapes-letters-and-more/

Komentar

Reyne Raea mengatakan…
Kreatif banget sih Mba, selalu ada aja idenya buat main berfaedah.
Anak-anak juga pastinya senang banget diajak main yang beda-beda tiap hari.
Selalu semangat main ke blog ini, ide bermainnya banyak banget :)
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
Terimakasih, Mbak Rey.
Apapun supaya anak bergerak, Mbak. Kalau gak gitu biasanya mereka jadi cranky. Malah tambah repot.
diah mengatakan…
wah menarik nih mbak, kreatif :)


diah
www.diahestika.com
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
terima kasih. selamat bermain dengan anak :)

Popular Posts

CARA MEMBUAT BULLET JOURNAL UNTUK PEMULA: HABIT TRACKER

Assalamualaikum Muna Fitria a.k.a. @mamahfaza disini Kita semua perlu punya kebiasaan baik yang berfaedah dalam hidup. Kalau sampai sekarang masih belum punya, berarti kita harus pilih satu kebiasaan baik yang ingin kita lakukan dan mulai menanamkannya sampai jadi rutinitas. Nah, habit tracker bisa membantu proses ini. Kita bisa menuliskan kegiatan apapun yang kita ingin rutinkan dan catat untuk memantau bisakah kita istiqomah. Misalnya, ingin rutin menghindari makan gorengan demi menghindari kolesterol? Tulis di habit tracker dan mulai wujudkan. HABIT TRACKER ADALAH ... "Habit Tracker" diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti "Pencatat Kebiasaan". Lalu kenapa kita harus mencatat kebiasaan (tracking habits) ? Penggagas Bullet Journal, Ryder Carroll, dalam salah satu videonya menyampaikan bahwa Habit Tracker adalah salah satu cara sederhana untuk membuat diri kita lebih berkomitmen untuk merutinkan suatu kebiasaan baik (habit). Saat kita ingin mengubah sua...

Blogwalking Asik, Support Group Para Blogger, Tak Sekedar Saling Kunjung Blog

Assalamu'alaikum.  Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.  Kamu blogger baru? Tidak tau harus berbuat apa? Tidak tau harus bertanya ke siapa? Merasa sendirian dalam dunia blogging yang luas ini? Tenang. Kamu tidak sendirian kok. Bergabunglah dengan komunitas bloggers. Di dalam komunitas, kita para bloggers bisa saling support. Komunitas blogger yang mana? Yang mana saja.  Saranku sih, sebagai pemula, bergabung saja dengan beberapa komunitas sekaligus.  Toh kamu belum tau mana yang paling membuatmu nyaman dan bisa memberikan banyak keuntungan untukmu.  Cobain saja dulu sebanyak yang kamu bisa. Dari beberapa komunitas blogger yang aku ikuti, kali ini aku akan menyoroti 1 komunitas yang berbasis di Whatsapp Group, yaitu BLOGWALKING ASIK.  Baca Juga:  Pengalaman Nyata | Ini 4 Cara Blogku Menghasilkan Cuan Profil Blogwalking Asik Sebenarnya sih aku tidak yakin Blogwalking Asik ini betul-betul berbentuk sebuah komunitas atau bukan, hahaha..  Yang aku...

Hidup Tanpa Social Media Selama 2 Bulan, Begini Rasanya

Tepat tanggal 6 Agustus 2017, dengan nekatnya saya memutuskan untuk berhenti menggunakan Facebook (FB) & Instagram (IG), dua social media yg seeetiap hari saya umeeek terus. I even posted a goodbye note. Mamah lelah dengan drama yg timbul gara-gara postingan yang muncul: Jadi BAPER, kalo liat postingan para selebritis atau influencers dengan kehidupan mereka yang 'terlihat sempurna'. Untung saya diselamatkan dari Virus Baper Nasional akibat Raisa - Hamish, karena saya pas off IG di saat-saat wedding & honeymoon mereka. fffiiiuuuhhh.. selameeet..  Jadi PARANOID, kalo lihat postingan platform berita lokal atau international, amatir atau profesional, yang menampilkan terlalu banyak detail dan gambar 'vulgar'; entah itu korban perang, kecelakaan, kriminalitas, atau banyak hal horor lainnya. Bukannya saya tak mau peduli, tapi akhirnya saya jadi kebayang-bayang berkepanjangan dan hidup akhirnya jadi ikutan sengsara. Jadi KEPO gak penting, kalo liat postingan l...